Membangun Bisnis Ramah Lingkungan Dengan Ecoprint
lh3.googleusercontent.com

Membangun Bisnis Ramah Lingkungan Dengan Ecoprint

Industri ekonomi kreatif khususnya subsektor fesyen terus berkembang. Inovasi dan kreasi fesyen terus dilakukan, mulai dari penggunaan potongan kain perca hingga kreasi produk yang ramah lingkungan. Salah satu produk fashion yang sedang naik daun adalah eco-printing.

Membangun Bisnis Ramah Lingkungan Dengan Ecoprint
infopublik.id

Ecoprin adalah produk fesyen ramah lingkungan, dibuat menggunakan bahan-bahan yang tersedia di alam. Kelahiran ecoprint dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap pelestarian alam. Hal ini menyebabkan sebagian orang memutuskan untuk beralih ke produk yang ramah lingkungan.

Pada kenyataannya, ecoprint bukanlah langkah baru dalam dunia ekonomi kreatif dalam upaya menciptakan bisnis yang ramah lingkungan. Dunia fashion sendiri sebelumnya telah membuat berbagai kreasi produk Ramah Lingkungan, seperti pembuatan tas dari sampah plastik dan lain sebagainya.

Namun, yang membuat ecoprint begitu istimewa adalah aspek apresiasi alam Indonesia. Ecoprint lahir tidak hanya sebagai produk ramah lingkungan, tetapi juga sebagai perwujudan rasa hormat terhadap sumber daya alam. Hal ini tercermin dari proses pembuatan produk yang dihasilkannya.

Apa itu Ecoprint?

Istilah ecoprint mungkin masih agak asing di telinga sebagian orang. Namun, di industri fashion, istilah ini sudah tidak asing lagi. Ecoprint sendiri berasal dari dua kata yaitu “eco” dan “print”. Kata eco atau ekosistem dapat diartikan sebagai lingkungan biologis dan percetakan memiliki arti percetakan. Berdasarkan asal katanya, ecoprint adalah teknik mencetak atau menciptakan produk yang memiliki unsur biologis.

Eco-printing dalam fashion adalah teknik pemberian warna dan pola pada kain dengan menggunakan bahan-bahan alami. Dalam pengerjaannya, pembuatan kain ecoprint ini membutuhkan penyangga berupa tanaman, baik daun maupun bunga. Tumbuhan ini nantinya akan digunakan sebagai pewarna dan penopang untuk membuat pola kain. Saat membuat pola, bagian sol ditempelkan ke kain untuk membuat pola.

Teknik ecoprint sendiri berasal dari pengembangan teknik ecodyeing, yaitu pewarnaan kain dengan menggunakan bahan-bahan alami. Baru pada tahun 2006 Indiana Flint mengembangkan teknik ini di sebuah ecoprint. Dimulai dengan merekatkan tanaman yang memiliki pigmen warna yang kuat ke kain berserat alami.

Bagaimana teknik Ecoprint dilakukan?

Dalam dunia eco-printing ada dua teknik pewarnaan yaitu iron blanket dan pudding. Kedua teknik pewarnaan ini sebenarnya tidak jauh berbeda dalam praktiknya. Selimut besi dan teknik pemukulan dimulai dengan merendam tanaman dalam larutan cuka beberapa saat.

Jadi yang membedakan antara iron blanket dan beat adalah cara mengeluarkan pigmen warna dari tumbuhan di kain. Pada teknik iron blanket, setelah membersihkan kain, tanaman yang telah dicelupkan ke dalam larutan cuka diserang. Setelah itu, kain digulung dengan paralon, lalu diikat dengan tali, lalu dikukus selama 2 jam.

Pada teknik punching, proses mengeluarkan pigmen warna pada kain tidak perlu dikukus. Teknik stagnasi dilakukan dengan menyiapkan kain yang sudah dibersihkan, kemudian meletakkan tanaman yang telah direndam dalam larutan cuka di atasnya. Selanjutnya, tanaman dipukul dengan palu untuk menghilangkan pigmen berwarna. Langkah selanjutnya, kain bisa dijemur langsung di bawah sinar matahari untuk mengeringkannya.

Proses pencetakan ramah lingkungan tampaknya mudah dipraktikkan. Namun, sebelum berolahraga, Anda perlu memperhatikan bahan kain yang akan digunakan dalam ecoprint. Ini karena eco-printing tidak dapat dilakukan pada sembarang kain.

Eco-printing hanya dapat dilakukan pada kain yang berasal dari serat alami. Penggunaan kain dengan serat alami diperlukan untuk penyerapan warna pada benang. Setidaknya ada beberapa jenis kain yang bisa menjadi pilihan pencetakan ramah lingkungan, termasuk kain serat kapas. Selain itu, kain yang terbuat dari serat rami (serat dari tanaman rami) dan kain yang terbuat dari serat sutra (anyaman dari larva ulat sutra) bisa menjadi alternatif lain.

Apa keuntungan dari eco-printing?

Seperti kain lainnya, kain eco-printing juga memiliki kelebihan. Proses penciptaan pola yang unik menyebabkan ecoprint memiliki pola yang berbeda dan cenderung eksklusif. Keunggulan inilah yang membuat ecoprint menjadi istimewa. Selain itu, ada manfaat lain, sebagai berikut:

1. Ramah Lingkungan

Pengertian ecoprint adalah teknik pewarnaan pada kain dengan menggunakan bahan alam. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa ecoprint menghasilkan produk yang menghargai lingkungan. Artinya, Ecoprint tidak mencemari lingkungan dengan sisa pengolahan, seperti yang terjadi di pabrik tekstil. Dalam hal ini, ecoprint bisa menjadi salah satu solusi terbaik untuk menciptakan produk fashion yang ramah lingkungan.

2. Memiliki motivasi yang berbeda

Proses pewarnaan pembuatan pola menggunakan daun dan bunga menyebabkan kain ecoprint memiliki corak yang beragam. Setiap kain ecoprint memiliki pola dan warna yang berbeda. Padahal kainnya menggunakan tanaman yang sama.

3. Memiliki motif yang unik dan eksklusif

Sebenarnya banyak faktor yang membuat kain batik ecoprint unik dan eksklusif. Faktor-faktor tersebut disebabkan oleh proses pembuatannya. Pembuatan 1 kain ecoprint dilakukan oleh produsen batik.

Selanjutnya, kain ecoprint menggunakan tanaman sekali pakai, artinya tanaman yang telah digunakan tidak dapat digunakan kembali. Hal inilah yang kemudian membuat pola dan warna pada eco-print menjadi unik dan cenderung eksklusif. Karena tidak mungkin ada motif yang benar-benar mirip, antara satu kain dengan kain lainnya. Dan ini juga merupakan pilihan bisnis yang ramah lingkungan.

4. Nilai seni yang tinggi

Dapat dikatakan bahwa kain Ecoprint memiliki nilai seni yang tinggi. Ini karena proses pembuatan kain yang sangat memakan waktu dan gigih. Oleh karena itu, tidak heran jika kain ecoprint memiliki nilai seni yang lebih besar dari yang lain.

5. Memiliki nilai jual yang tinggi

Tingginya nilai seni kain ecoprint juga mempengaruhi harga jualnya. Kain ecoprint umumnya memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran. Harganya hampir sama dengan kain batik tulis. Mahalnya harga kain ecoprint tentunya sebanding dengan kualitas yang ditawarkannya, apalagi dengan motif dan motif yang natural.

6. Cocok untuk berbagai kesempatan

Kain Ecoprint memiliki pola yang fleksibel dan tidak kaku. Oleh karena itu, kain ecoprint cocok untuk membuat berbagai jenis pakaian. Baik gaun formal maupun semi formal, seperti kemeja wanita, blus dan tunik.

Dari uraian singkat mengenai kain ecoprint, dapat disimpulkan bahwa kain ecoprint merupakan produk Ramah Lingkungan. Keberadaannya di sektor ekonomi kreatif seolah menjawab kebutuhan akan produk yang tidak berdampak negatif bagi lingkungan. Kehadirannya juga turut melestarikan alam dengan memanfaatkan sampah organik, seperti daun-daun berguguran untuk bahan pewarna.

Oleh karena itu, ecoprint dapat menjadi pilihan terbaik bagi perusahaan ekonomi kreatif yang dapat dipekerjakan. Selain dapat mendatangkan keuntungan yang tinggi juga tidak merugikan alam. Bagi Anda yang ingin tetap stylish namun tidak ingin merusak lingkungan, maka bisnis ramah lingkungan menjadi pilihannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *